Kamis, 31 Juli 2008

Pengambilan Keputusan di sekolah

ABSTRAK
Proses Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah di SMAK Kesuma Mataram,


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah di SMAK Kesuma Mataram mengenai : (1) Model keputusan yang dibuat di sekolah.(2) Kriteria-kriteria keputusan yang baik kepala sekolah dalam pengambilan keputusan kepala sekolah.(3)Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan kepala sekolah.(4)Keterlibatan guru, karyawan dan siswa dalam proses pengambilan keputusan kepala sekolah.(5)Peranan yayasan dan komite sekolah dalam keputusan yang diambil kepala sekolah dan (6)Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses pengambilan keputusan kepala sekolah.
Lokasi penelitian ini adalah SMAK Kesuma kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, yaitu sekolah swasta yang diselenggarakan oleh Yayasan Insan Mandiri dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1)wawancara mendalam; (2) pengamatan (observasi); (3) studi dokumentasi. Untuk memilih informan peneliti memperhatikan jabatan dan fungsinya di sekolah terutama yang berkaitan dengan pengambilan keputusan kepala sekolah. Data yang terkumpul melalui melalui ke tiga teknik tersebut, diperiksa keabsahannya dengan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi, pengecekan anggota, dan diskusi dengan sejawat. Selanjutnya data dianalisis dengan cara reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Dari hasil analisis data diperoleh temuan-temuan di SMAK Kesuma sebagai berikut; (1)model keputusan kepala sekolah di SMAK Kesuma Mataram merupakan perpaduan antara model normatif, model informasi, model tingkah lake dan model simon. (2)Kriteria keputusan yang baik menurut kepala sekolah adalah yang sesuai dengan data dan informasi dan dapat mengakomodasi semua kepentingan di sekolah, partisipasi warga sekolah sehingga keputusan dapat diterima bersama, transparan dan akuntabel.(3) Faktor-faktor yang menjadi pertimbangan kepala sekolah adalah Internal organisasi, eksternal organisasi, ketersediaan data, kemampuan manajerial kepala sekolah dan kekuatan pribadi. Kepala sekolah secara partisipatif telah mampu melibatkan warga sekolah yang terdiri dari staf kepala sekolah, dewan guru, pegawai sekolah, komite sekolah dan Osis. Peran yayasan dalam proses pengambilan keputusan kepala sekolah adalah sebagai konsultasi. Peran komite sekolah belum optimal, hanya dalam beberapa keputusan, komite sekolah berperan sebagai pertner/rekan kerja kepala sekolah. Hambatan-hambatan yang ditemukan antara lain perilaku individu-individu dalam organisasi sekolah, perbedaan konsep dan cara berpikir, kurang paham pada masaah yang dihadapi.